Sabtu, 17 November 2012

LEBAH (tematik kelas 1)

Dalam suatu kelompok (disebut "koloni") terdapat tiga "kasta", yaitu:
  1. lebah ratu, berjenis kelamin betina merupakan induk semua lebah dalam satu koloni dalam satu koloni hanya satu ekor lebah ratu.
  2. lebah betina, dikenal sebagai lebah pekerja jumlah lebah pekerja bisa mencapai puluhan ribu, 30.000 ekor lebah dan yang bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah.
  3. lebah jantan, jumlahnya hanya ratusan ekor lebah.
Seekor lebah yang mengumpulkan serbuk sari.
Setiap kasta lebah mempunyai tugas masing-masing. Lebah ratu hanya satu ekor dalam setiap koloni dan mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva ia diberi makan royal jelly yang kaya akan vitamin dan gizi.

Pemimpin koloni lebah adalah lebah ratu.

Pembagian tugas

Tugas utama ratu lebah adalah bertelur selama hidupya, berjenis kelamin betina, perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup, perkawinan dilakukan dengan cara terbang tinggi diangkasa pada cuaca cerah dan pejantan yang bisa mengejarnya akan dapat mengawini sang ratu lebah, pejantan yang berbahagia itu tidak lama akan mati karena testinya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu yang aktif mampu bertelur kira-kira 2.000 butir telur sehari. Makanan ratu merupakan sari madu (royal jelly), harapan hidup lebah ratu ialah tiga tahun.
Tugas lebah pekerja berjenis kelamin betina tugasnya mengumpulkan serbuk sari dan nektar. Madu merupakan produk hasil pengolahan makanan nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuhnya dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan, makanan madu ini juga untuk larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang dan merawat telur dan anak-anak lebah. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit makanan utama lebah pekerja ini adalah madu.
Lebah pekerja terbentuk dari telur yang terbuahi dari sperma yang tersimpan dalam ovarium yang jumlahnya mencapai jutaan sperma, jenis kelaminnya sama dengan ratu lebah bedanya lebah pekerja ini dari mulai telur menetes menjadi larva dan setererusnya makanannya madu biasa sedangkan ratu lebah mulai dari telur menetas menjadi larva sampai akhir hayat makanannya sari madu (royal jelly).
Apabila kesuburan reproduksi telur sudah berkurang atau usia ratu sudah tua maka secara naluri lebah pekerja mengadakan regenerasi pembentukan koloni baru dan mencari telur-telur yang terbaik, jika sudah menetas menjadi larva diberi makan sari madu (royal jelly) atau ada yang menyebutnya susu ratu kerena warnanya putih seperti warna susu jumlahnya biasanya lebih dari satu calon ratu, sarangnya paling besar dan paling menonjol lebih panjang dari sarang lebah pekerja, terletak paling bawah sarang.
Lebah pekerja bisa bertelur dan telurnya dapat menetas jika koloni lebah kehilangan ratunya maka secara alami sesuai naluri lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi, lebah pekerja tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.
Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda yang masih perawan jika akan membentuk koloni baru dan akan mati setelah kawin. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa (bukan "royal jelly"). Jumlah lebah jantan ini jumlahnya hanya ratusan.
Seringkali dalam film-film animasi, jika lebah-lebah diambil madu yang mereka produksi mereka diambil, mereka akan marah. Kemarahan lebah bisa disebabkan karena terganggu dan terkejutnya koloni itu, bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Untuk budidaya peternakan lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil peternakan lebah ini biasanya untuk komersil bisa juga untuk kebutuhan sendiri.
Terdapat pula lebah yang hidup menyendiri, tidak dalam kelompok. Jenis lebah yang demikian disebut lebah soliter.

Makanan lebah adalah Nektar bunga dan serbuk sari.
Lebah jantan mempunyai sifat fisik yang lebih kecil dari lebah ratu dan mata yang besar.
Rumah lebah terbuat dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya.
Lebah hidup di hutan-hutan / pepohonan.
Kamar lebah berisi madu, sari bunga dan serbuk sari.

Kamis, 08 November 2012

Hasil penelitian George Boggs



Hasil penelitian George Boggs (dalam Jefferson Center, 1997) juga menunjukkan bahwa ada 13 faktor penunjang keberhasilan seseorang di dunia kerja, dan ternyata dari 13 faktor tersebut, 10 di antaranya (hampir 80%) adalah kualitas karakter seseorang, dan hanya 3 yang berkaitan dengan faktor kecerdasan (IQ). Faktor-faktor tersebut adalah :
(1) Jujur dan dapat diandalkan
(2) Bisa dipercaya dan tepat waktu
(3) Bisa menyesuaikan diri dengan orang lain
(4) Bisa bekerjasama dengan atasan
(5) Bisa menerima dan menjalankan kewajiban
(6) Mempunyai motivasi kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri
(7) Berpikir bahwa dirinya berharga
(8) Bisa berkomunikasi dan mendengarkan secara efektif.
(9) Bisa bekerja mandiri dengan supervisi minimum.
(10) Dapat menyelesaikan masalah pribadi dan profesinya.
(11) Mempunyai kemampuan dasar (kecerdasan) --IQ
(12) Bisa membaca dengan pemahaman memadai--IQ
(13) Mengerti dasar-dasar matematika (berhitung)--IQ

Rabu, 31 Oktober 2012

CINTA dan MAAF “Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree"


Pada kesempatan ini kita hanya hendak mengambil hikmah dari kisah (yang konon menjadi latar belakang) lagu ini, sebagai ilustrasi yang memudahkan kita belajar untuk memiliki pribadi yang agung. Salah satu cirinya adalah pribadi yang pandai memaafkan…. Berikut kisah yang sudah sangat populer beredar di internet …..

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Seks, judi, mabuk-mabukan, dia menikmati semuanya.

Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya.

Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku, namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan?” “Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku."

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau jika istrinya membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. Dia meminta kepada sopir bus itu, "Tolong, kalau lewat White Oak, jalannya pelan-pelan saja......"Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya......Dia tidak melihat sehelai pita kuning...Tidak ada sehelai pita kuning....Tiada sehelai...... Melainkan ada seratus (100 pita) helai pita-pita kuning....bergantungan di pohon beringin itu...Ooh...pohon itu seakan dipenuhi pita kuning...!!!!!!!!!!!! Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini.

Kemudian lahir lagu "Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree". Lagu ini ditulis oleh Irwin Levine dan L. Russell Brown. Mencapai nomor satu di Amerika Serikat dan lagu Inggris selama empat minggu pada bulan April 1973 dan nomor satu di tangga lagu Australia selama tujuh minggu dari Mei-Juli 1973. I'm coming home I've done my timeAnd I have to know what is or isn't mineIf you received my letter Telling you I'd soon be freeThen you'd know just what to do If you still want me , If you still want meOh tie a yellow ribbon 'Round the old oak treeIt's been three long years Do you still want meIf I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak treeI'll stay on the bus, forget about us Put the blame on meIf I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak treeBus driver please look for me 'Cause I couldn't bare to see what I might seeI'm really still in prison And my love she holds the key A simple yellow ribbon'sall I need to set me free I wrote and told her please Ohtie a yellow ribbon 'Round the old oak tree It's been three long years Do you still want meIf I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak tree I'll stay on the bus,forget about us Put the blame on me If I don't see a yellow ribbon 'Round the old oak treeNow the whole damn bus is cheering And I can't believe I seeA hundred yellow ribbons 'Round the old, the old oak treeTie a ribbon 'round the old oak tree Tie a ribbon 'round the old oak

Alangkah indahnya jiwa sang istri….sulit kita melukiskan keagungan hati wanita di balik kisah di atas. Tidak hanya sekedar memaafkan…namun dia memberikan lebih dari sekedar permaafan. Dia memberikannya dengan segenap jiwa dan kasih sayang yang mengharukan hati. Wanita tersebut adalah seorang yang sangat pandai dalam memaafkan. Menjadi pribadi yang pemaaf adalah baik, menjadi pribadi yang pandai memaafkan tentu akan lebih baik. Pandai memaafkan, berarti mudah dan cepat dalam hal sesuatu yang memang harus segera dimaafkan. Tidak akan menyimpan rasa marah apalagi dendam dalam hati. Pandai memaafkan , tentu saja tidak akan menyimpan “penyakit” dalam hati dan pikiran kita.

Seorang ahli hikmah mengatakan, lupakanlah dua hal. Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu. Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan yang mengesankan merupakan akhlak seorang penghuni surga. Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

 Sahabatku tercinta……Jadilah orang yang pandai memaafkan, berikanlah maaf pada sesama dan semua….. Memaafkan dengan segera, santun, tulus , dengan segenap kemampuan sering menyisakan jejak...Jejak keagungan, jejak yang bisa dibaca dan menjadi pelajaran bagi sesama.. Mungkin ada di antara kita, memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan. Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja. Orang yang pandai memaafkan memilih untuk berterima kasih dan meyakini adanya tranfer pahala ketika mampu memaafkan. Dan memilih tidak lagi harus khawatir, karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh di mata-Nya, ketika dia menggadaikan diri pada perbuatan dosa dan maksiat…. Pandailah dalam memaafkan, sahabat…Termasuk pandailah memaafkan diri kita sendiri… Agar kita bisa menikmati kilaunya pagi…bisa meresapi indahnya jingga senja hari……. "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur :22)